Sabtu, 30 November 2024
Kamis, 08 November 2018
Ketika Menulis menjadi Pilihan
Setelah melihat film pendek itu akhirnya saya sadar, betapa masa lalu bisa saja terulang kembali, bahkan lebih indah dari yang diharapkan
Apalagi jika seseorang memiliki kenangan indah yang menurutnya pantas dikenang. Bahkan dalam film layar lebar pun, masa lalu menjadi musuh terbesar jika ada orang baru yang datang,
Mungkin bagi sebagian orang bisa melupakan masa lalu, tapi bagi sebagian yang lain, masa lalu sulit dilupakan dan bisa saja terkenang. Hanya saja, yang menjadi perbedaan adalah bagaimana menyikapi hal tersebut. Apakah harus tenggelam didalamnya atau menjadikannya pelajaran dikemudian hari
Kamis, 16 Agustus 2018
Makhluk Terindah
Makhluk terindah
wanita adalah makhluk terindah yang menghiasi kehidupan di muka
bumi, bahkan nabi Adam pun merasa bahagia dan merasa tentram dikala hawa
menemaninya
wanita, adalah makhluk yang unik, penuh rasa dan tanya. Jika
kamu ingin memahaminya pahamilah perasaannya. Ia bagaikan gelas - gelas kaca,
begitu lembut dan sensitif
perumpamaan seorang wanita seperti tulang rusuk yang bengkok,
yang jika kau paksa luruskan dengan kehendakmu, maka bisa saja menjadi patah.
Maka biarkan ia bengkok, arahkan kebengkokannya itu sesuai tuntunan Agama yang
haq
jika ditelaah secara zahir, wanita seperti merasa 'tersiksa' di
dunia, di kala menginjak usia baligh ia diwajibkan menggunakan hijab, selain
itu, ia mengalami sebuah masa tiap bulannya, 'dimana sel telur tidak dibuahi,
ia akan mengeluarkan darah yang tidak baik', setelah menjalin hubungan halal,
merasakan sakitnya saat persalinan demi terlahirnya seorang insan yang
dibesarkannya selama kurang lebih 9 bulan lamanya
Tapi, cobalah melihat dari sisi yang berbeda, Islam sebagai
agama yang di ridhoi Allah menjunjung tinggi kemuliaan seorang wanita,
saat masih kecil, ia membuka pintu surga untuk ayahnya.
saat dewasa, ia menyempurkan agama untuk suaminya
saat jadi ibu, surga ada di kakinya
-taman sunnah-
Akan tetapi, telaah secara zahir itu adalah yang disikapi dengan
sabar dan penuh keridhoan, insyaAllah selalu ada hikmah di balik peristiwa.
Untukmu sang penggenapku, bersabarlah menanti ....
Bukan Siapa
‘Untuk saat ini, ternyata bukan siapa,
Tapi apa, bagaimana, kapan dan baru siapa’
Itulah yang sempat aku pikirkan, akan
tetapi ada lagi hal yang lebih mendalam, ternyata pertanyaan tersebut
seharusnya ditujukan kepada diri ini, bagaimana cara menjadi, yaa ‘menjadi’
Tentu menjadi lebih baik, bukannya baik akan bertemu dengan yang baik ?
Tentu menjadi lebih baik, bukannya baik akan bertemu dengan yang baik ?
“Sebaik-baiknya aku lebih baik kamu yang
telah membuatku lebih baik, untuk kamu, terimakasih aku ucapkan” –Panji Ramdana
Terimakasih untuk kamu yang telah
menyadarkan aku dari angan-angan yang belum tentu terjadi, kamu yang sudah
menjadi lebih baik lebih dahulu apakah bisa aku mengejarmu ?,
Kamu sudah hijrah dan memahami ilmu,
sedangkan aku, baru mengenal islam yang sesungguhnya, bahkan belum
mempelajarinya secara kaffah.
Aku harus melawan syahwat yang sering
bergejolak, bahkan syaitan yang terus menstimuluskan hal itu agar terwujud maksiat.
Yaaa..., itulah aku hanya seorang anak adam yang
sedang berjuang melawan diri sendiri, melawan diri sendiri pun masih kalah,
apalagi memperjuangkanmu yang dikejar orang lain?
Tetapi, bukannya harapan itu selalu ada,
tentu dengan berharap kepada Allah. Bukan dengan makhluk Nya, saat ini, aku
hanya ingin menjadi lebih baik dan ingin terus memperbaiki diri, memperdalam
keilmuan agama, mengendalikan nafsu dan emosi.
Bagiku, kamu seperti bayangan masa lalu
yang lebih baik,
Desa di Selatan Ibu Kota, 2018, 02 Juli
Minggu, 08 Juli 2018
Tentang Dia
Mengapa kamu sekarang kembali lagi ? apakah
benar tidak cukup untuk di simpan saja,harus melupakan ?
Dia bagaikan mutiara yang tersimpan rapi
dalam karang yang bercangkang,
Dia layaknya rembulan yang mulai purnama
pada saat pertengahan bulan qomariyah
Dia seperti syair yang harus selalu
dilatunkan, dan terdengar syahdu dan merdu
Bukan, saya salah
Bisa jadi dia adalah salah satu alat yg
digunakan Setan yang sedang menghasut, ingatlah setan sudah berumur tua dan
berpengalaman menggoda anak cucu Adam. Tentulah setan lebih cerdas untuk
menggodamu untuk mengajak pada hal yang munkar dan maksiat
Singkirkan dia,
Jauhi dia
Lupakan dia
Cukuplah kamu berharap Kepada Yang Maha
Membolak-balikan Hati
Cukuplah kamu berdialog dengan Yang Maha
Pengasih dan Penyayang di sepertiga malammu
Cukuplah kamu berjuang dalam arti berusaha
untuk siap datang padanya dengan niat ibadah, memperbaiki diri untuk lebih
dekat dengan Ilahi, dan terus berdoa yang terbaik kepada Allah Subhanallahu wa
ta’ala
Perjuanganmu saat ini adalah
menundukkan pandangan, tidak bermaksiat dan
istiqomah untuk dekat dengan Allah, dan menuntut ilmu.
Sabtu, 07 Juli 2018
Hati Ini Milik Siapa?
kadang aku bingung dengan hati ini
dia adalah bagian tubuhku tapi aku tidak bisa mengaturnya dengan penuh.
aku tidak bisa memaksakannya untuk mencintai siapa.
akupun tidak bisa memaksakannya untuk menyayangi siapa.
sayang dan cinta itu datang tiba tiba tanpa aku merencanakannya.
kadang aku benci pada hati ini.
kenapa kau masih menyayangi orang yang tidak menyayangi mu.
kenapa kau masih mencintai orang yang sedang mencintai oraang lain.
kenapa kau tidak mencintai orang yang menyayangi mu saja, bukankan itu lebih mudah.
kenapa kau sulit sekali di atur.
bolehkah aku membuangmu agar aku tidak bisa merasakan apapun.
dau kau pun tidak merasa sakit lagi akibat rasa sayang yang kau berikan tapi tak terbalas.
wahai hati, kau begitu lembut dan rapuh.
tapi mengapa pengaruhmu begitu besar dan kuat.
maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik .
maafkan aku yang kadang tidak menuruti keinginanmu.
dia adalah bagian tubuhku tapi aku tidak bisa mengaturnya dengan penuh.
aku tidak bisa memaksakannya untuk mencintai siapa.
akupun tidak bisa memaksakannya untuk menyayangi siapa.
sayang dan cinta itu datang tiba tiba tanpa aku merencanakannya.
kadang aku benci pada hati ini.
kenapa kau masih menyayangi orang yang tidak menyayangi mu.
kenapa kau masih mencintai orang yang sedang mencintai oraang lain.
kenapa kau tidak mencintai orang yang menyayangi mu saja, bukankan itu lebih mudah.
kenapa kau sulit sekali di atur.
bolehkah aku membuangmu agar aku tidak bisa merasakan apapun.
dau kau pun tidak merasa sakit lagi akibat rasa sayang yang kau berikan tapi tak terbalas.
wahai hati, kau begitu lembut dan rapuh.
tapi mengapa pengaruhmu begitu besar dan kuat.
maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik .
maafkan aku yang kadang tidak menuruti keinginanmu.
Sabtu, 03 Februari 2018
Kisah hari ini
Kejarlah suatu impian, jangan terpacu pada
apa yang sudah ada di depan mata apalagi itu adalah salah satu dari tiga hal
yang belum pasti (kematian, rezeki, jodoh), jangan terbawa angan - angan.
masih banyak hal - hal yang harus
dipelajari dan dicari, mendekatlah padaNya, jika memang sudah waktunya tiba,
Dia akan memberikan kejutan yang tidak disangka - sangka, yakinlah padaNya
bahwa rencana Allah lebih indah dari perkiraan manusia.
(tulisan ini terjadi saat....)
Dia menyesal dengan sifatnya, tapi waktu
gak bisa diputar ulang, semua udah terjadi, hanya pelajaran yang bisa diambil,
karena penyesalan memang datang diakhir.
Kenapa dia tidak bilang saja pada masa
lalunya yang ‘indah’ itu ? “aku ingin kembali, aku menyesal dan baru sadar
sifat – sifat negatif yang ada pada diriku, aku ingin kesempatan kedua, yang
mungkin kujadikan kesempatan itu untuk memperbaiki diri, memperbaiki hubungan kita,
dan aku akan memperlakukanmu seperti kamu memperlakukanku”
Lakukan saja hal tersebut, agar lelaki yang
hina ini tidak ada dalam hidupnya, untuk jadi pengharap. Sudahlah, semua
memilki masa lalu, tapi apa daya ketika masa lalu lebih indah, lebih terkenang
dari pada saat ini. Mungkin dirimu begitu ‘bodoh’ mengapa selalu berhadapan
dengan perempuan yang memiliki masa lalu yang ‘terkenang’. Dulu kau jadi ‘tempat
berpindah’, yang akhirnya seperti tempat pelarian (yaa walaupun gak ada yang
nganggap begitu), sekarang kau jadi ‘tempat cerita’, ahh sudah lah. Jalani saja
peranmu sesuai kodrat yang telah diberikan olehNya.
Masa lalu memang tidak kembali dan juga
tidak bisa diulang. Tapi bisakah dia tidak mengulang dan mengenangnya saat berinterakni
denganmu ?,
Lagi – lagi rasa egois ini muncul,
mundurlah secara pelahan, mungkin kau belum pantas untuknya. Hanya karena
selalu chat denganmu bukan berarti kau jadi yang utama. Bisa jadi hanya mengisi
kekosongan
Sudahlah tidak baik berburuk sangka, dirimu
hanyalah lelaki yang hina yang selalu berulang melakukan dosa, pikirmu kau
sudah hijrah ?
Jangan menyalahkan dirimu yang ‘bodoh’,
karena hal tersebut sudah menjadi takdir yang kau jalani.
Sifat dia seperti ‘masa lalu’ mu jugakan ? yang
kau juga ingin mengulangnya jika bisa. Itu hanya angan, gakboleh berangan –
angan.
Untukmu, kau adalah diriku yang lain
Untuk dia, terimakasih telah membawaku
kembali pada ‘sifat’ itu
-penggenap-
